Beranda » Umroh » Jangan Beli ID Card Sipatuh Depag di Situs E-Commerce

Cegah Korban Berjatuhan, Kemenag Himbau Jangan Beli ID Card Sipatuh Depag di Situs E-Commerce

By : Bisnis Syariah

Jakarta, Kepala Seksi Pemantauan dan Pengawasan Umrah, Kementerian Agama, Denny Fathurahman menghimbau kepada masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah, agar supaya berhati-hati tidak mudah terbujuk rayu, dengan layanan informasi-informasi iklan penjualan ID Card Umrah Sipatuh Depag, yang belakangan ini marak beredar ditengah-tengah masyarakat.

“ID Card Umrah Sipatuh Depag yang dijual di situs website tokopedia.com dan lain-lainnya itu nggak bener. Kecuali dia (travel PPIU) bawa plasdisk untuk ngeprint sendiri di percetakan itu boleh. Tapi kalau di tokopedia.com itu ada yang jual kepada masyarakat untuk bisa beli langsung id card umrah Sipatuh Depag itu dengan harga tertentu seperti Rp.6500 per kartu itu, dengan jaminan bisa langsung terakses kode barcodenya dengan sistem di kementerian agama, itu tidak benar. Itu sudah menyalahi aturan. Itu pemalsuan namanya,” pesan Denny ketika dikonfirmasi Bisnis Syariah di ruang kerjanya, Kamis pagi, (21/06/2018).

Sebaiknya, sambung Denny, calon jemaah mengabaikan tawaran yang ada di tokopedia.com tersebut. “Lebih baik menunggu kartu dari travel PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah). Karena itu gratis diberikan PPIU buat jemaah. Jadi, nggak usah beli di situ. Yang dijual Rp 6.500 itu. Nggak usah beli, ya. Karena itu diduga palsu. Walaupun bahasa di sini (di tokopedia.com) itu meyakinkan masyarakat id card sipatuh depag itu asli alias dapat terakses dengan sistem Sipatuh Depag. Tapi itu bohong. Itu nggak mungkin bisa. Jangan percaya dengan contoh yang dipajang itu. Karena memang sengaja dibikin begitu, supaya masyarakat yakin dan percaya untuk beli di situ. Buat calon jemaah, atau siapapun, termasuk travel PPIU atau Biro Perjalanan Wisata, kami himbau untuk jangan membeli kartu jemaah umrah di tokopedia.com dan situs-situs penjualan e-commerce sejenis lainnya,” jelas pria yang sibuk mengambil program doktoral (S3) ini kembali.

Sebenarnya, lanjut Denny, penyediaan kartu jemaah umrah berbasis QR Code ini, untuk memudahkan pemerintah mengakses data jemaah. Sebab, saat discan oleh petugas pengawasan umrah dari Kementerian Agama di lapangan, akan langsung muncul seluruh data jemaah. Misalnya, kapan berangkatnya. Pakai pesawat apa. Menginapnya di mana, itu semua ada di dalam scan QR Code barcode tersebut. Jadi kalau ada informasi di tokopedia.com serta bukalapak.com dan lainnya, yang menjual kartu tersebut, itu jelas melanggar aturan. Dan patut diduga ada unsur penipuan di dalamnya. Sebaiknya jangan beli di sana. Itu himbauan kami. Agar masyarakat tidak mengalami kerugian di kemudian hari nanti. Kami sampaikan ini supaya tidak terjadi korban,” pungkas Denny kembali.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.